Kolom M.u. Ginting: Uang Kerajaan Arab — Sorasirulo
← Beranda

Kolom M.u. Ginting: Uang Kerajaan Arab

Ekonom Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati, mengklaim bahwa kekayaan keluarga Kerajaan Arab Saudi mengalahkan harta orang terkaya dunia saat ini, Bill…

Kolom M.u. Ginting: Uang Kerajaan Arab

"Kita ini lebih butuh Arab Saudi dibandingkan mereka yang butuh kita" kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon (kompas com).

Fadli tak punya pede atau karena Arab Saudi atau karena Fadli sendiri masih menganggap negeri kita ini negeri PRT? Memang tadinya Arab Saudi masih salah paham soal nation Indonesia ini dimana Wakil Presiden JK juga mengatakan:

"Setelah rakyat Saudi melihat ternyata Indonesia tidak seperti dibayangkan. Jangan lupa, umumnya orang Saudi itu membayangkan kita itu daerah, negara terbelakang karena yang ke sana hanya TKI."

Demikian dikatakan oleh Wapres JK usai melepas keberangkatan Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta .

Wapres JK mengatakan Raja Salman dan rombongan kaget setelah datang ke Jakarta melihat bahwa Indonesia tidak seperti yang dibayangkan. Menhan menawarkan Saudi Arab untuk membeli senjata dan panser modern buatan Indonesia kepada negara Arab Saudi dalam kesempatan kedatangan Raja Salman. Menhan menunjukkan pede, beda dengan Fadli.

"Saya ketemu Raja Arab dan Menhan sudah dibicarakan. Kerja sama tukar menukar pimpinan pendidikan kita tawarkan untuk pembelian senjata dan panser yang kita buat," kata Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat .

Menhan lebih pede terlepas dari pandangan moralis yang salah atau benar dengan menawarkan senjata modern untuk mampu membunuh manusia lain lebih efektif.

Dalam perjalanannya ke negeri-negeri Asia, rombongan raja Salman juga menawarkan saham perusahaan minyak Arab Saudi 'Aramco' untuk dibeli oleh pemerintah RI. Perusahaan ini katanya tahun depan akan membuat IPO (”Initial Public Offering”) dan semua negara Asia yang dikunjungi kali ini akan ditawarkan membeli saham Aramco itu (Aramco tadinya adalah Arabian American Oil Company).

Wapres JK sudah memberikan signal kalau RI tidak ada keinginan beli saham Aramco, tetapi lebih menitik beratkan beli saham Pertamina sebagai milik nasional RI, dan JK lebih fokus ke investasi RI dalam tingkat sekarang .

"Ini kan 'global offering', saya kira di Indonesia ada satu atau dua yang berminat, tapi kalau kita mending beli Pertamina saja daripada Aramco," kata Wapres seperti dikutip dari Antara dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta .

Dari semua kejadian ini terlihat bahwa semangat perjuangan dan solidaritas nasional RI sudah semakin tinggi, termasuk dalam lapangan ekonomi.