Hasil pendapatan suami, 2. Hasil pendapatan isteri, 3. Hasil dan pendapatan dari Harta Pribadi suami isteri, sekalipun harta pokoknya tidak termasuk dalam Harta Bersama, asal semuanya itu diperoleh sepanjang perkawinan (meskipun isteri hanya sebagai ibu rumah tangga) (vide Putusan Mahkamah Agung RI No. 681 K/sip/1975, tanggal 18-8-1979). Suami atau isteri harus bertindak bersama-sama untuk melakukan tindakan hukum atas Harta Bersama. Setidaknya suami memberikan kuasa/persetujuannya kepada isteri dan sebaliknya.
Sedang terhadap harta bawaan dan perolehan, suami atau isteri sebagai pemilik bebas melakukan tindakan hukum tanpa harus dibantu oleh suami isteri. Termasuk menghibahkan kepada siapa saja (juga kepada suami isteri), tentunya tidak termasuk terhadap harta bawaan yang bebas dihibahkan oleh suami kepada isteri atau sebaliknya karena bisa merugikan pihak ketiga. Penulis adalah Advokat, tinggal di Medan. E-Mail: uratta_ginting@yahoo.com (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });