Dan yang pasti pada saat setelah kemandekan semua keturunan Sibayak dianggap feodal dan menjadi korban revolusi sosial, sungguh sangat traumatik. Saya sangat senang impalku Juara masih mau untuk meneliti dan mengungkapkannya secara kesejarahan, menyakitkan memang, tetapi itu harus diungkap secara jernih untuk rekonsiliasi seluruh keturunan Sibayak Lingga dimanapun berada. Mari kita ungkap untuk saling memaafkan dan rekonsiliasi menuju jati diri sebagai orang Karo.
Bujur ras Mejuah-juah
\* Artikel ini ditulis sekaitan dengan rencana presentasi hasil penelitian Ita Apulina Tarigan dan Juara R. Ginting tentang naskah Karo yang ditulis pada kulit kayu (pustaka ) mengenai pelantikan Pa Sendi menjadi Sibayak Lingga pada tahun 1935.
Hasil penelitian mereka akan didiskusikan dalam sebuah seminar internasional di Universitas Leiden pada 12 Mei 2017 mendatang.
Foto header:
Sebuah rumah adat Karo di Desa Lingga (Dataran Tinggi Karo).
\*\* Penulis adalah keturunan Sibayak Pa Kerung, sekarang tinggal di Surabaya. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });