← Beranda Acara & Festival · Kam, 24 Agu · 2 mnt baca
Seminar: Action Plan Inovasi Pelayanan Publik NATALIE SEMBIRING. MEDAN. Walikota Medan (Drs H T Dzulmi Eldin S, M.Si) diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Medan (H. Ikhwan H. Daulay…
Walikota Medan dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Administrasi Umum memberi apresiasi kepada para peserta diklat yang dibina selama 1 bulan untuk melahirkan dan menyumbangkan ide-ide inovatif, kreatif untuk percepatan pelayanan di Kota Medan.
Untuk itu lanjut Habibi berusahalah selalu melahirkan inovasi-inovasi pelayanan publik yang bisa menghadirkan pemerintah lebih dekat dengan masyarakatnya, serta dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menjadi keluhan masyarakat.
Sementara itu Kepala Pusat Inovasi Kelembagaan dan Sumber Daya Aparatur LAN RI, Dr. M. Aswad yang hadir sebagai tim penguji mengaku, apa yang dilakukan Pemko Medan melalui diklat ini merupakan suatu prestasi tersendiri dalam menyiapkan aparaturnya untuk mampu menghasilkan inovasi dalam pelayanan publik.
Menurut catatannya sampai saat ini baru Pemko Pontianak dan Pemko Medan yang menerapkan inovasi pelayanan publik berbasis Street Level Bureucracy, yaitu pelayanan garda terdepan ke masyarakat.
“Ada 4 hal penentu keberhasilan pelayanan, inovasi kreatifitas, networking, teknologi dan sumber daya alam. Yang paling menentukan keberhasilan dan keberlanjutannya adalah inovasi dan kreatifitas. Untuk itu jika pemda ingin terus berkembang dalam pelayanan kepada masyarakat, kembangkanlah budaya inovasi kreatifitas dalam pelayanannya,” imbuh Aswad.
Sebelumnya panitia penyelenggara, Kabid Pengembangan BKDPSDM, Harun I. Sitompul menyebutkan seminar ini akan menyajikan 37 hasil inovasi dari 37 orang ASN yang bertugas dilingkup Pemko Medan.
Ke 37 hasil inovasi yang akan diekspos, dikelompokkan ke dalam 7 klaster inovasi, yakni bidang Kearsipan, Layanan Langsung, Sarana Prasarana, Sistem Informasi, Pemberdayaan Masyarakat, serta Pelayanan Kepegawaian yang disusun para peserta diklat setelah menerima materi pembelajaran klasikal,benchmarking to the best practice, serta review action plan selama 1 bulan.
“Nantinya mereka akan mengekspose Rencana Inovasi Pelayanan yang akan dilaksanakan di unit kerjanya, sekaligus akan dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan antara peserta dengan Camat selaku mentornya serta tim penguji dari LAN RI,” jelasnya. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.