Selain itu, humas perlu mengirimkan informasi tambahan ke media. "Kami mengantisipasi jawaban, rekaman suara, dan video Skype yang merangkum pertanyaan paling umum setelah kejadian. Ini penting untuk menjaga emosi setelah menjawab pertanyaan yang sama hingga puluhan kali," tutur Eva. Belajar dari Krisis BBM: 24 Jam yang Krusial Keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) merupakan krisis yang rentan menimpa perusahaan energi, termasuk PT Pertamina, Tbk. Padahal, menurut Adiatma Sardjito, krisis ini bisa diperkirakan. Menjawab tantangan di era digital untuk menyelesaikan krisis dengan sangat cepat, Adiatma berbagi kiatnya:
- Setiap tantangan bisa memotivasi ide. Mengantisipasi krisis BBM, misalnya, PT Pertamina, Tbk berinisiatif menambahkan mobil tanki di beberapa titik untuk isi BBM langsung. "Termasuk memaksimalkan fasilitas contact center yang 24 jam menerima setiap laporan masyarakat," ujar Adiatma.
- Sampaikan dengan jujur namun saring informasi yang belum saatnya disampaikan. "Sosialisasikan strategi melalui kampanye di media sosial. Kami selalu melibatkan generasi muda, di bawah usia 35 tahun, untuk berperan sebagai sukarelawan di media sosial yang berhubungan dengan para blogger, " tutur Adiatma. Pentingnya Merumuskan Manajemen Isu Sebelum Krisis Terjadi
"Praktisi Humas seringkali baru panik memikirkan solusi saat krisis sudah terjadi. Seharusnya mereka sudah mengantisipasi sebelumnya," ujar Vishnu Mahmud, Director of Business Development Ogilvy. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang kehumasan, Vishnu berbagi siasat antisipasi saat insiden datang tiba-tiba.