← Beranda Berita terkini · Budaya · Hukum · Sab, 8 Sep · 2 mnt baca
Drama 1 Babak Di Jalan: Antara Helm Dan Tuntutan Laporan JULY CHRYSTY dari Kabanjahe Pemandangan unik terlihat pagi tadi di Jl. Jamin Ginting, dekat SLTP Negeri 2, Kabanjahe (Kabupaten Karo) sepulang berbel…
Terlihat sesekali dia memegang stang motor dengan satu tangan dan tangan satu lagi memegangi tudungnya. Pengendaranya adalah seorang wanita berusia sekitar 40 tahun. Sudah nampak cantik dengan makeup di wajahnya. Ada tikar plastik diletak di bagian pijakan kaki motor maticnya.
Saya beranggapan, itu pasti luah (pemberian dalam ritual pertukaran adat) yang akan dihadirinya. Tudung yang bertengger cantik di kepalanya saat itu terlihat begitu unik. Cantik dan unik tepatnya. Tapi, mengundang sebuah tanya di benak, andaikata di depan ada razia kendaraan dan kelengkapan pengemudi terutama penggunaan helm, kira-kira reaksi petugas akan seperti apa bila mendapati ibu ini?
Terus terang saya geli sendiri dengan drama yang seketika tercipta di benak saya apakah akan ada dialog seperti ini: “Ula min bage, pak polisi, ku kerja-kerja kel ateku e. Enda pe enggom aku melawensa. Uga ka ningku erhelm janah ertudung. Kam pe, ah .... Singalo-ngalo kel aku sekale. Bagem yah sampatindu aku sekali enda. ”
Terjemahannya kurang lebih seperti ini: “Jangan gitulah, pak polisi. Mau ke pesta saya ini. Sepertinya sudah terlambat pun. Saya bingung bagaimana memakai tudung sekalian pakai helm. Bapak inilah, ah .... Saya penyambut tamu, lho, pak. Tolonglah kali ini saja."
Nah, untungnya sampai kami melewati ibu itu yang kemudian belok ke gang sebelah kanan jalan, tidak ada razia. Dramanya pun tak jadi dipentaskan.. Hhahahaha
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.