← Beranda Nasional · Sen, 12 Feb · 1 mnt baca
Kolom Andi Safiah: Homo Intelligent Sapiens Vs Homo Stupidos Pandangan politik saya terbuka, saya tidak pernah menolak individu, atau kelompok untuk mempraktekkan agamanya dalam ruang-ruang yang telah diatur dalam kons…
Pandangan terbuka ini jelas bisa diperdebatkan, dan dalam demokrasi berdebat adalah aktivitas h omo sapiens sejak era Plato, Aristoteles, Demokritus, Epicurus, sampai di eranya Jokowi. Jadi, mereka yang allergi dengan perdebatan adalah mereka yang tidak layak disebut homo intelligent sapiens. Mereka lebih layak disebut homo stupidos retardpiens.
Agamamu hanya baik untukmu, sementara di luar dirimu belum tentu. Di sinilah pentingnya peran negara yang netral, negara yang menjalankan tugas-tugas konstitusionalnya, bukan tugas-tugas keyakinan personalnya.
Saya, kamu dan yang lainnya tentu saja berharap Indonesia tetap menjadi negara Demokrasi terbuka, dimana kebebasan, kesetaraan dan persaudaraan sebagai pijakan prinsipnya.
# Itusaja ! (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.