← Beranda Berita terkini · Kolom · Nasional · Papua · Pertahanan & keamanan · Rab, 5 Des · 5 mnt baca
Kolom Asaaro Lahagu: Analisa Kenapa 31 Pekerja Di Papua Pembantaian keji para pekerja jembatan di Papua menikam Jokowi dari belakang. Papua yang selama ini menjadi ikon pembangunan infrastruktur Jokowi, dirusak ol…
Beberapa jam setelah mahasiswa mulai berunjuk rasa, massa Kontra Aliansi Mahasiswa Papua mulai berdatangan untuk menggelar unjuk rasa tandingan. Orasi kemudian terdengar sahut-sahutan dan kedua kubu saling kecam.
Massa tandingan itu berjumlah 200 orang antara lain datang dari Forum Komunikasi Putra-Putri TNI/ Polri, Himpunan Putra-Putri Angkatan Darat, Pemuda Pancasila dan Komunitas Pencak Silat.
Bentrokan pun sempat terjadi. Dalam laporan Tempo.co , ada 16 orang yang cedera saat berunjuk rasa. Mereka menjadi korban pemukulan dan pelemparan batu dari anggota Ormas yang menentang mereka
Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebanyak 233 mahasiswa dan warga Papua ditangkap dan dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Di sana mereka diperiksa lebih lanjut terkait menuntut ‘Papua Merdeka’. Menurut polisi, pemindahan mahasiswa Papua ini bertujuan mengamankan karena ada laporan bahwa beberapa di antaranya mengganggu ketertiban umum.
Saat mahasiswa ditangkap, sekelompok massa mengepung asrama Papua, berteriak dan menginginkan mahasiswa Papua keluar dari asrama. “Ayo keluar, ayo keluar. NKRI harga mati, jangan injak-injak kami,” begitu teriakan massa.
Di saat bersamaan , diberitakan oleh Tribunnews.com, 31 orang pekerja pembangunan jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, dibantai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Mereka yang tewas adalah pekerja PT Istaka Karya, sebuah perusahaan BUMN.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.