← Beranda Berita terkini · Ekonomi · Jalan · Kolom · Kam, 14 Jun · 2 mnt baca
Kolom Boen Syafi'i: Beda Beye Dan Jokowi Adalah Gara-gara ada spanduk bertuliskan "Tol pak Jokowi", para kamvret serta merta langsung emosi. Termasuk dedengkot kamvret si Mardani, yang langsung "tersedak" …
Lhadalah, Pak Jokowi itu cuma punya usaha meubel bukan kontraktor proyekan. Ya jelaslah, jika semua Tol di Indonesia itu bukan milik beliau, tetapi milik rakyat Indonesia yang saat ini masih dikelola swasta.
Pemilik Tol boleh saja si Sandi, si Bakri ataupun juga si Wowo, tetapi proyek strategis ini tetap di bawah supervisi dari Pak Basuki selaku Menteri PUPR nya Pak Jokowi. Kontrak hitam di atas putih tentu atas pengawasan ketat dari Ibu Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan. Biar apa? Biar para pemenang tender pembangunan jalan Tol tidak seenak udelnya sendiri.
Dengan supervisi langsung dari Pak Jokowi, ibu Sri Mulyani dan juga Pak Basuki maka tiada celah lagi mereka menari-nari di atas uang rakyat sebagai bancakan untuk dikorupsi. Esensi sebenarnya bukanlah saling klaim milik siapa? Tetapi esensi sebenarnya adalah sebuah ketegasan tanpa batas yang diperlihatkan oleh sang pemimpin negara saat ini.
Tanpa ragu sediktpun, sang presiden menyuruh sang pengusaha untuk segera merealisasikan perjanjian yang telah disepakati. Mungkin kata pak Jokowi "segera bangun Tol, atau perusahaan mu masuk black list negara ini". Dan, berkeringat dinginlah si pengusaha atas ancaman yang diberikan oleh Pak Jokowi terhadap perusahaannya. Akhirnya, cepat-cepatlah si investor mengebut pengerjaan proyek tander negara.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.