← Beranda Budaya & Adat · Jum, 6 Jul · 2 mnt baca
Kolom Boen Syafi'i: Hancur Budayanya Maka Hancurlah "Masak orang yang lagi berkabung, disuruh mengeluarkan biaya untuk menyajikan makanan (berkat), Islam model apaan mereka?" Inilah kalimat brain washing dari …
Karena hanya NU lah yang selama ini menjaga tradisi budaya NUsantara, sebagai warisan adiluhung para leluhur bangsa. Dan, tidak mungkin Indonesia hancur, jika kebudayaanya tetap dilestarikan dan dijaga. Karena dari budayalah Indonesia itu kuat, dan dari budayalah Indonesia bisa bersatu padu meski berbeda etnis, suku dan agama.
Maka dari itu, budaya NUsantara yang telah lama menjadi ciri khas bangsa Indonesia, sedikit demi sedikit ingin mereka hancurkan keberadaannya. Dengan cara bagaimana? Dengan cara membid'ahkan, mengkafirkan, menyesat-sesatkan kekayaan tradisi budaya milik bangsa Indonesia.
Padahal, mereka ini datangnya belakangan. Mereka ini anak kemarin sore yang datang ke negara kita. Hanya dengan modal jenggot, cadar dan celana cingkrang, mereka membikin ulah dengan mengadu domba sesama anak bangsa.
Sunni Syiah diadu domba. Pengikut Ahmadiyah dikejar-kejar laksana hewan buruan, dan yang berbeda faham diteror serta diancam hidupnya. Apakah ini yang dinamakan umat beragama? Apakah ini yang dinamakan manusia? Sesungguhnya tiada kedudukan tertinggi di dalam dunia, selain dari kemanusiaan saja. Bukan agama, bukan pula si imam jumvo yang lagi kabur ke Saudi Arabia.
"Masak orang yang lagi berkabung disuruh menyediakan makanan (berkat)?"
Maka cuma satu jawabanya. "Masak matinya seseorang cuma digeletakkan begitu saja? Ini hewan apa manusia?".
Urepmu ribet, karena gak pernah mangan sego berkat? Ya sudah diminum lagi fifis untanya sana.
Salam Jemblem
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.