← Beranda Nasional · Sen, 14 Mei · 2 mnt baca
Kolom Boen Syafi'i: Keluarga Teroris Yang Setelah tercabut ruh dari jasadnya, keluarga teroris yang mengebom gereja di Surabaya itu kebingungan untuk mencari jalan menuju syurga, hingga sang istri pu…
Setelah tercabut ruh dari jasadnya, keluarga teroris yang mengebom gereja di Surabaya itu kebingungan untuk mencari jalan menuju syurga, hingga sang istri pun mengeluh.
Istri: Pakne, mana surganya? Aku cepat-cepat pengen belanja sepuasnya, nih. Suami: Iya, bune, sabar ntar juga nyampai. Istri: Tuh ada malaikat, pakne, coba kita tanya beliau arah jalan ke syurga. Suami: Oh, iya bune. Coba saya tanya jalan ke syurga kepada Si Malaikat. Istri: Yo wes, cepetan samperin. Terlihat Malaikat yang sedang duduk sambil berdzikir kepada Tuhannya.
Suami: Afwan ya Malaikat, apa benar ini jalan menuju syurga? Malaikat: Naam, maa ismuka? Suami: Afwan ya malaikat, saya tidak mengerti bahasa sampean. Malaikat: Lhadalah, biyen awakmu iki sok ngarab pas di dunia? Dikit-dikit afwan, ngantum, ana, akhi, jebule cuma itu doang toh bahasa ngarabmu? Suami: Ho'oh ya Malaikat. Malaikat: Woalah wong Jowo kakehan polah koen iku. Suami: Afwan, eh ngapunten ya Malaikat. Malaikat: Bentar .... bentar, tak lihatnya dulu riwayat hidupmu. Dengan satu telunjuk saja, Malaikat sudah mengetahui riwayat hidup si keluarga teroris ini.
Malaikat: Ah, ternyata kamu yang mengebom di Surabaya itu ya, hmmmm. Suami: Iya.. iya.. betul Malaikat, itu kami sekeluarga, hebaatt ya kami? Malaikat: Kamu, istrimu dan anak laki laki pertamamu jalan ke kiri, arah ke neraka. Sedangkan yang masih kecil-kecil, biarkan di sini dulu bersamaku. Sang suaminya pun protes.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.