Berita terkini · Kolom · Partai politik · Pemilu··3 mnt baca
Kolom Eko Kuntadhi: Apa Yang Kau Cari,
Didatanginya Kantor PKS di Sumatera Utara oleh massa dan menuntut PKS agar bertanggungjawab terhadap gerakan yang memecah belah # GantiPresiden yang dimotori…
Kantor-kantor PKS mulai didemo di mana-mana. Banyak kalangan sudah membaca bahwa “Politik SARA dicetuskan oleh PKS” menimbulkan perpecahan.
Narasi yang mereka ciptakan adalah narasi kebencian, sehingga politik bukan lagi sebagai sebuah “kegembiraan” sebuah bagian kesadaran, tapi politik menjadi medium saluran-saluran kebencian. Ini bukan lagi kebencian yang digerakkan atas dasar kegelisahan masyarakat, tapi kebencian yang memperalat primordialitas seperti suku dan agama.
PKS sudah menjadi Partai yang menghalalkan segala cara. Tidak ada lagi fatsoen dalam berpolitik. Mereka buta etika. Dari politik tanpa etika dengan propaganda yang buta huruf moralitas sehingga menyebarkan pendidikan politik yang didasari kebencian.
Moralitas KeIslaman PKS juga dipertanyakan. Mereka tidak menjadikan nilai-nilai Islami sebagai bagian gerakan moralitas, tapi malah bangga dan tanpa malu menggunakan politik “menghalalkan segala cara”. Di sinilah kita harus merenung bagaimana kemudian PKS secara lambat laun menjadi sasaran kebencian masyarakat.
Ucapan Yenny Wahid di satu pertemuan televisi yang menyatakan di depan salah satu orang PKS “Kalian harus bertanggungjawab soal kampanye SARA” adalah ungkapan yang menohok dan menjadikan bukti sebuah kesadaran bahwa PKS memainkan SARA sudah menjadi kegelisahan banyak pihak. Ini harus dituntut secara luas serta massif untuk menyelamatkan kesehatan demokrasi di Indonesia.