← Beranda Acara · Kolom · Mesjid · Sel, 22 Mei · 3 mnt baca
Kolom Eko Kuntadhi: Tarawih Di Era Apa salahnya tarawih di Monas? Ya, memang gak salah. Mau tarawih di Monas atau di Dufan atau di Bunderan HI, siapa yang bilang itu salah? Selain gak ada sala…
Orang sudah biasa tarawih di masjid. Gak heran. Coba kalau kamu tarawih di Monas, setidaknya akan membuat orang heran. Unsur keheranan dan kebaruan itu sangat penting di era medsos ini.
Emang Monas sekarang sudah ada marbotnya? Nah, herankan?
Tarawih itu bisa jadi ibadah Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Tapi bisa juga jadi sarana koreografi. Orang ramai berduyun, melaksanakan sholat jamaah dengan jumlah rakaat terbanyak. Jika gerakannya direkam, pencahayaan dibuat menarik, mungkin saat pengambilan gambarnya menggunakan drone, sepertinya akan menghasilkan video atau foto yang punya daya tarik.
Sebelum imam mulai rakaat tarawih, misalnya, ada aba-aba dari sutradara video singkat. "Sebentar ya, pak. Nanti Takbiratulihramnya nunggu aba-aba saya dulu. Okeeeee, action!"
"Allahhuakbar..."
"Cut, cut, cut... Yang syahdu, pak. Takbirnya yang syahdu. Anggap saja lagi memimpin shalat tarawih di depan Kabah. Mimiknya agak dibuat sedih sedikit. Ini untuk upload di instagram, lho. Jadi harus bagus pak. Ok, udah ngerti ya, pak?" Sutradara itu terus memberi petunjuk. "Kamera siap, ya.... action!"
"Allahuakbar..."
Kameramen merekam seluruh prosesi ibadah.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.