← Beranda Berita terkini · Hukum · Kasus rizieq shihab · Kolom · Sen, 12 Nov · 2 mnt baca
Kolom Sanji Ono: Sumfah, Bukan Ane, Wan Jadi ceritanya begini. Dari informasi beberapa media yang gua baca, pengacara HRS (Kapitra Ampera) mengatakan ada orang tidak bertanggungjawab memasang bende…
1. HRS menjadi tamu yang diistimewakan oleh Kerajaan Saudi. Coba fikir, mosok tamu raja tinggal di sebuah rumah yang jauh dari kata 'layak'. Kalau di Indonesia mungkin sebulan Rp. 300 ribu sewanya. Belum lagi kasus deportasi yang dialami imam besar karena izin tinggalnya kedaluwarsa. Masak iya, tamu istimewa kerajaan diusir? 2. Di Saudi boleh mengibarkan bendera tauhid. Pasca demo Bani Codot dengan judul "Membela kalimat tauhid" karena ada anggota Banser yang membakar bendera HTI, masih banyak kaum 'Micin Curah' yang meyakini di Saudi boleh mengibarkan bendera tauhid. Kenyataan Saudi melarang pengibaran bendera HTI.
So, kesimpulannya, apakah Saudi sudah melecehkan kalimat tauhid, Ya Akhi? Ah, entahlah, Ane malah lagi bayangin waktu HRS diperiksa polisi Saudi.
Polisi: Ente tau bendera tauhid dilarang dikibarin di sini, kenapa malah ente tempel di depan rumah kontrakan? HRS: Sumfah, wan, bukan ane yang pasang. Ane kagak tau afa-afa. Polisi: Terus, kalau bukan ente, siapa yang fasang? HRS: Ane juga bingung, wan, siapa yang tega memfitnah ane. Tapi, ane curiga, ini pasti kerjaan Cebong. Mereka kan kagak ada yang suka sama ane.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.