← Beranda Ekonomi · Kolom · Nasional · Sab, 28 Jul · 2 mnt baca
Nilai Dolar Melejit, Bahaya 98 Bisa Terjadi "Kurs dolar terhadap rupiah makin menguat, wah kalau dibiarkan ini seperti kondisi 98 akhi," kata gerombolan pemalas yang hobinya ingin disubsidi negara sepe…
Wah paling jawaban mereka gak jauh dari kata “kafir, sesat, syiah, liberal dan PKI” (tepuk jidat sampai gosong).
Maka, satu hal yang mungkin bisa dimengerti oleh mereka adalah membandingkan dampak kenaikan nilai dolar di tahun 98 dan saat ini. Dampak kenaikan nilai dolar pada tahun 98, yang menyentuh angka 15 ribu rupiah per dolarnya, sangat terasa bagi kalangan ekonomi ke bawah saat itu.
Adanya PHK masal, sembako harganya melejit tak terjangkau , dan banyak perusahaan yang gulung tikar adalah salah satu dampak terbesarnya. Bahkan sang diktator Suharto kala itu berkata “waktunya pengetatan ikat pinggang” alias rakyatnya disuruh “berpuasa”. Lah rakyatnya disuruh mengetatkan ikat pinggang, sementara Keluarga Cendana malah berfoya-foya dan keluyuran ke negara lain. Ini kan sudah level gendeng warbiasyah?
Lalu kita bandingkan dengan dampak kenaikan nilai dolar pada saat ini. Apakah harga Sembako melonjak tinggi? Apakah terjadi PHK besar-besaran? Apakah BBM langka dan melejit harganya? Dan, apakah Pak Jokowi berkata “saatnya pengetatan ikat pinggang” sementara anak-anaknya keluyuran shoping-shoping ke negara lain? Ada kah?
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.