Tanggapan Atas Jalan Tol Medan Berastagi (kebutuhan Atau
Oleh: Dr. Ir. Budi D. Sinulingga (Medan) Tulisan ini adalah untuk menjawab tulisan di Sora Sirulo yang mempertanyakan "apakah jalan tol Medan--Berastagi meru…
Oleh: Dr. Ir. Budi D. Sinulingga (Medan) Tulisan ini adalah untuk menjawab tulisan di Sora Sirulo yang mempertanyakan “apakah jalan tol Medan—Berastagi merupakan keinginan atau kebutuhan”.
Lihat tulisannya di SINI
Kalau dibangun jalan tol 4 lajur lebar 15 m, maka kapasitas jalan tol itu adalah 6.000 V/ hari atau LHR adalah 60.000. Pertemuan ICK dengan Bupati Karo. Baca beritanya di Metro Online .[/caption]
Mengenai jalan alternatif Rawasaring, sudah 5 tahun dibicarakan tidak ada kemajuan karena dipakai pola pinjaman. Begitu juga jalan alternatif lainnya tidak ada instansi yang menindaklanjuti dengan konkrit. Jadi, tidak jelas. Lain halnya dengan jalan tol, walaupun belum feasible sekarang ini, Presiden RI (Joko Widodo) sudah tertarik. https://www.youtube.com/watch?v=gHQIh7QHask
Kalau penderitaan masyarakat ini sudah sampai ke tangan Pak Jokowi maka feasible atau tidak, pasti akan dibangun. Tetapi satu saat pasti feasible. Lihat contoh Papua. Maunya jangan ada suara-suara menentang seperti Wapres itu. ICK akan menulis surat kepada bapak Wapres.
Kesimpulannya, jalan tol Medan—Berastagi adalah kebutuhan, keinginan dan sekaligus strategi.
Salam