← Beranda Kolom · Nisa alwis · Min, 14 Jun · 2 mnt baca
Kolom Nisa Alwis: #Abaya saya punya. Idul Fitri dua tahun lalu pakai kostum hitam ini sekeluarga dengan adik-adik dan mama. Seru juga, Lebaran berasa ada Arab-arabnya... Hehee…
Bersiaplah menyerap berbagai pengetahuan yang meluaskan persepsi, dialog dan cakrawala pemikiran. Bukan mengunci nalar sendiri di ruang penuh jeruji. Banyak hal berkembang, kita perlu berjalan seimbang.
Banyak hal harus jadi perhatian bersama dalam sisi-sisi kemanusiaan, di atas segala klaim kebenaran. Menghapus sentimen rasisme dan Sara yang melukai nurani, juga mengatasi pandemi Covid19 ini, salah satunya.
Balik ke topik. Di Indonesia jilbab, gamis, apalagi cadar, memang trend baru. Di wilayah asalnya tentu itu sudah sangat lama, bahkan jadi outfit semua kaum agama (konservatif samawi): Islam, Kristen maupun Yahudi. Menjadi kenyataan dalam antropologi, bahwa mereka berbagi banyak kesamaan syariat dan tradisi.
Jika ditanya apa alasan pakai baju demikian, jawab mereka kemungkinan akan sama: karena ini perintah agama. Please jangan ditanya yang mana yang ke surga, ya.
#Kebaya gimana, bu Nisa? Pastinya punya. Sekarang ada beberapa, dengan dress lainnya. Meski tadinya sudah sangat lama dilupakan. Terakhir berkebaya itu pas wisuda 1998. Itupun tertutup jubah kebesaran. Kapan-kapan, semoga ada kesempatan mengenakannya dengan selendang mayang. Rambut disasak sedikit dengan konde sederhana layaknya mojang Sunda... #eh ???
#keepsafe #loveindonesia
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.