Yidan Prize 2022: Penghargaan Tertinggi Dunia Bidang Pendidikan --
ANG SAN MEI | HONG KONG | Yidan Prize Foundation telah menganugerahkan Yidan Prize, penghargaan tertinggi di dunia dalam bidang pendidikan, kepada Dr. Linda …
ANG SAN MEI | HONG KONG | Yidan Prize Foundation telah menganugerahkan Yidan Prize, penghargaan tertinggi di dunia dalam bidang pendidikan, kepada Dr. Linda Darling-Hammond dan Profesor Yongxin Zhu. Penghargaan ini mengapresiasi karya inovatif kedua sosok ini dalam memberdayakan tenaga pengajar, serta mempromosikan akses pendidikan yang inklusif dan setara agar setiap pelajar dapat mewujudkan potensi diri seutuhnya.
Berdiri pada 2016, Yidan Prize Foundation memiliki sebuah misi, yakni menciptakan dunia yang lebih baik melalui pendidikan. Setelah menjalankan proses penjurian yang ketat dan independen, Dr. Linda Darling-Hammond dan Profesor Yongxin Zhu masing-masing terpilih sebagai pemenang "Yidan Prize for Education Research 2022" dan "Yidan Prize for Education Development 2022"
"Kami mengucapkan selamat kepada pemenang Yidan Prize 2022, Dr. Linda Darling-Hammond dan Profesor Yongxin Zhu. Kedua sosok ini berperan penting dalam memberdayakan tenaga pengajar dan pemuda sehingga memiliki keahlian untuk berkembang pada abad ke-21. Karya mereka secara jelas memperlihatkan dampak transformatif guru terhadap pelajar. Dan, ketika pelajar memiliki guru yang baik, mereka pun memperoleh peluang yang lebih baik," ujar Edward Ma, Sekretaris Jenderal Yidan Prize Foundation. Mengapresiasi keunggulan dalam membuat perbedaan nyata dan berskala luas dalam dunia pendidikan
Dr. Linda Darling-Hammond, penyandang gelar "Charles E. Ducommun Professor of Education Emeritus", Stanford University, serta President & CEO , Learning Policy Institute, meraih "Yidan Prize for Education Research 2022" karena telah merumuskan kebijakan dan praktik pendidikan di seluruh dunia dengan pendekatan belajar-mengajar yang paling setara dan efektif.
Risetnya mengungkap beragam cara belajar anak-anak, serta cara terbaik untuk mengajar anak-anak—memanfaatkan analisis tersebut dalam program pengembangan tenaga pengajar, serta mengubah sekolah yang mendukung tenaga pengajar secara holistis guna mengubah kehidupan anak-anak.
"Sangat bertekad menyaksikan setiap pelajar mewujudkan potensi seutuhnya, terlepas dari latar belakang sosial, gender, dan geografinya, Linda mengabdikan kariernya guna mengembangkan sarana riset yang mendukung kebijakan dan praktik untuk menciptakan kesempatan belajar yang lebih baik dan adil. Pengaruhnya terhadap kebijakan publik membantu arsitek kebijakan untuk membuat perubahan positif bagi anak-anak dalam skala luas," jelas Andreas Schleicher, Ketua Dewan Juri, Yidan Prize for Education Research, dan D irector , Directorate of Education and Skills , OECD.