Kolom Edi Sembiring: Stop Rasis -- Contohlah Sikap Kiki
Ucapan rasis itu hingga kini berdengung di media sosial. Hasil akhir MasterChef Indonesia (MCI) Season 11 menuai kritikan netizen di sosial media. Para juri …
Ucapan rasis itu hingga kini berdengung di media sosial.
Hasil akhir MasterChef Indonesia (MCI) Season 11 menuai kritikan netizen di sosial media. Para juri Chef Juna, Chef Renata dan Chef Arnold telah memenangkan Belinda Christina (dari Malang) sebagai juara satu dan menjadikan Kiki Singarimbun (dari Medan) sebagai runner up.
Netizen menilai, seharusnya Kiki yang menjadi juara. Tapi, justru Belinda yang menjadi pemenang dengan selisih 10 poin.
Kiki sendiri tidak menyangka grand final MasterChef Indonesia (MCI) Season 11 viral di sosial media. Ternyata banyak orang yang menonton ajang yang sudah masuk season 11 tersebut.
Saya sendiri saat menaikkan informasi awal ikutnya Kiki di MCI Season 11 ini di FP Karo Siadi ternyata Kiki mendapatkan dukungan simpatik dari masyarakat Karo khususnya dan masyarakat Medan dan Sumatera Utara umumnya. Saat itu Kiki menyajikan olahan masakan tradisional Karo. Kiki mendapat tiga ‘Yes’ dari tiga juri MasterChef Indonesia season 11.
Tentang ini, Kiki marah dan meminta netizen untuk tidak melanjutkan komentar rasisnya:
“Woi kalian chinda chindo. Satu-satu ku carik rumah klen ya,” kata Kiki dengan marah. https://www.youtube.com/watch?v=fuwxsZcEujo
“Sudah cukup guys. Imagine lu semua terlahir chindo dan sekarang kalian di masterchef dan sekarang kalian dihujat gara-gara ras kalian. Nggak ada satu pun dari kita yang bisa milih mau terlahir dari ras apa,” kata Kiki.
“Sebenarnya sudah dari awal aku mau speak up, but aku masih lihat. Makin kesini makin bar bar aku lihat, come on sebelum berkata dan coment ada baiknya kalian bayangkan menjadi posisi orang yang akan kalian komentari, be a smart person,” ujar Kiki.
Ada baiknya para netizen mendengar ucapan Kiki ini. Stop bersikap rasis. Kiki telah menerima hasil keputusan juri. Dan sampai ke grand final saja baginya sudah sangat luar biasa.
Rizkisyah Putra Singarimbun (22 tahun) yang akrab disapa Kiki adalah lulusan Tata Boga di SMKN 8 Medan. Setelah lulus, Kiki tidak lanjut kuliah dan memilih bekerja sebagai kitchen helper di sebuah kafe di Medan. Saat menjadi peserta MasterChef Indonesia, Kiki diperkenalkan berprofesi sebagai pegawai resto.
“Aku ingin berkembang di dunia F&B (Food and Beverage), aku ingin dikenal banyak orang.” Itulah perkataan Kiki saat tampil di awal audisi MCI.
Berbekal sajian masakan tradisional Karo yakni Manok Cipera, Nakan Ntabeh, Umbut Sambal Meser, Kiki lolos audisi. Hingga akhirnya tahap demi tahap ia lalui hingga grand final MCI Season 11. https://www.youtube.com/watch?v=bygkRnSgR28
Di grand final, Kiki ingin juga menyajikan masakan Karo yakni Cimpa bersama masakan utama lainnya. Namun waktunya tak cukup.
Saat menerima hadiah uang 50 juta rupiah sebagai runner up MCI, Kiki dengan semangat berkata, “aku akan menggunakan hadiah ini untuk terus mengembangkan skill-ku, terus bekerja di dapur dan terus menciptakan kreasi-kreasi baru terkhusus mengangkat masakan nusantara di Indonesia.”
Saat menerima hadiah mobil, Kiki berkelakar gaya anak muda Karo, “ternyata hadiahnya ada mobil juga. Sangat senang, sih. Hadiahnya nggak berhenti-berhenti nih. Modal masak-masak dapat mobil. Pokoknya adek tunggu di rumah. Abang otw, haha…”
Ayok anak muda Indonesia, stop bersikap rasis. Jadilah ksatria, tirulah Pande Masak Karo bernama Kiki Singarimbun. https://www.youtube.com/watch?v=WGPH2NzUXsI