Dari Pandeglang dan Aceh, Dua Petani Perempuan Dipanggil ke Roma
Rulyantina dan Istiqamah, dua petani perempuan Indonesia, masuk daftar 100 Women Heroes FAO 2026.
Bayangkan tangan yang biasa berkutat dengan tanah dan biji kopi, tiba-tiba naik ke panggung di Roma. Itulah yang dialami Rulyantina dari Pandeglang, Banten, dan Istiqamah dari Aceh pekan ini.
Keduanya masuk daftar 100 Women Heroes dari FAO, badan pangan dan pertanian PBB. Menurut Media Indonesia, penghargaan diserahkan Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu di World Food Forum, Roma, Kamis 15 Oktober 2026, bertepatan dengan Tahun Internasional Perempuan Petani 2026. Mereka terpilih dari 609 nominasi yang datang dari 131 negara anggota FAO.
Rulyantina mengolah talas beneng, umbi khas Banten, menjadi aneka produk bernilai tambah dengan prinsip nol limbah. Istiqamah, sekretaris sebuah koperasi kopi di Aceh, mengelola kawasan kopi bersama seluas lebih dari 1.200 hektare yang melibatkan 980 anggota, dan mengajak petani menanam kopi dengan sistem agroforestri yang ikut menjaga hutan dan tanah. Atase Pertanian RI di Italia, Muharfiza, menyebut pengakuan ini sebagai kesempatan memperkenalkan kerja perempuan Indonesia ke dunia.
Dua cerita ini datang dari kebun yang jauh dari sorot lampu. Kadang dunia baru melihat setelah kita sendiri bertahun-tahun merawat.
Sumber: Media Indonesia, ANTARA News, Sudutpandang.id