Nilai Nyaris Sempurna dari Bucaramanga
Evan Syatia To meraih emas dengan skor teori 29,5 dari 30 di International Physics Olympiad 2026, satu dari lima medali yang dibawa pulang pelajar Indonesia dari Bucaramanga, Kolombia.
Selisih waktu dua belas jam bikin badan Evan Syatia To susah istirahat di Bucaramanga, Kolombia. Tapi begitu duduk di depan soal ujian, semua latihan berbulan-bulan itu langsung terasa gunanya.
Siswa SMAK BPK Penabur Gading Serpong itu mencatat nilai teori 29,5 dari 30, nyaris sempurna, dan pulang membawa medali emas dari International Physics Olympiad (IPhO) 2026 yang digelar 4 sampai 12 Juli lalu di Bucaramanga, Kolombia. Ia tak sendirian. Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta dan Ackhava Adam Malonda dari SMA Wardaya Jakarta meraih perak, sementara Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMA Unggulan M.H. Thamrin Jakarta dan Juan Richie dari SMA Kristen Immanuel Pontianak pulang dengan perunggu. Lima anak dari lima kota berbeda ini melewati saringan panjang, dari OSN tingkat kabupaten sampai karantina nasional yang menempa mereka lewat praktikum, tes harian, dan simulasi ujian, sebelum akhirnya duduk berhadapan dengan soal-soal kelas dunia.
Dari Tangerang, Yogyakarta, sampai Pontianak, mereka membuktikan jarak ke panggung dunia kadang cuma soal siapa yang mau berlatih paling lama.
Sumber: Antara News, Kompas.com