Warga Barus Sibayak Patungan Dana untuk Gereja Berwajah Rumah Adat Karo
Warga Klasis Barus Sibayak di Berastagi menggelar pesta pengumpulan dana untuk gereja GBKP yang arsitekturnya diadaptasi dari rumah adat Karo, didukung Pemkab Karo sebagai upaya menyatukan iman dan warisan budaya.
Sabtu sore itu di Mikie Holiday, Berastagi, warga Klasis Barus Sibayak berkumpul bukan untuk berlibur di taman rekreasi, melainkan patungan dana bagi gereja yang nanti bentuknya akan mengingatkan siapa saja pada rumah adat Karo.
Gedung Gereja Inkulturatif GBKP Majelis/Runggun Bukit Klasis Barus Sibayak dirancang dengan arsitektur yang diadaptasi dari rumah adat Karo, bukan bentuk gereja pada umumnya. Pesta pengumpulan dana pembangunannya digelar 8 Agustus 2026, dihadiri Sekretaris Daerah Karo Gelora Kurnia Ginting yang mewakili Bupati Antonius Ginting beserta sejumlah kepala dinas. Gelora bilang desain itu patut diapresiasi, karena memadukan nilai iman Kristen dengan upaya menjaga warisan leluhur Karo. Ke depan, gereja ini digadang jadi tujuan wisata religi sekaligus ruang belajar budaya bagi generasi muda Karo.
Ada yang menenangkan dari ide ini. Iman dan rumah adat sama-sama warisan yang diturunkan lewat cerita dari orang tua ke anak, dan sebentar lagi keduanya akan berbagi satu atap yang sama, di Berastagi.
Sumber: POSKOTASUMATERA.COM, Asarpua.com