Dari Tumpukan Koran Bekas, Luh Rusmiati Anyam Rezeki sampai ke Jepang dan Afrika — Sorasirulo
← Beranda

Dari Tumpukan Koran Bekas, Luh Rusmiati Anyam Rezeki sampai ke Jepang dan Afrika

Berawal dari keranjang air mineral, perajin Buleleng ini mengubah koran bekas jadi nampan, tatakan gelas, bahkan meja dan kursi.

Pernah lihat koran bekas menumpuk di rumah, lalu bingung mau diapakan? Luh Rusmiati dari Buleleng, Bali, malah melihat peluang di tumpukan itu.

Semuanya mulai dari hal kecil: sebuah keranjang sederhana untuk tempat air mineral, dianyam dari koran yang ia lihat menumpuk di rumah saudaranya. Dari situ usahanya pelan-pelan tumbuh dan sekarang punya nama, Gegaen Lima Craft. Isinya sudah jauh dari sekadar keranjang. Ada anyaman, tempat pensil, nampan, tatakan gelas, gantungan kunci, sampai meja dan kursi.

Bahan bakunya pun berputar di sekitar orang-orang terdekat. Koran biasanya ia beli, sedangkan kertas jenis lain datang dari para penyumbang. Dengan sebagian dari mereka, Rusmiati memakai sistem barter: kertas yang diberikan diolah jadi kerajinan, lalu sebagian hasilnya dikembalikan kepada si pemberi.

Lewat kerja sama dengan sebuah art shop di Denpasar pada 2017, sejumlah produknya, seperti tatakan gelas dan nampan, ikut dibawa sampai ke Jepang dan Afrika. Kertas yang dulu tinggal menunggu dibuang itu sekarang sudah menyeberang lautan.

Sumber: Dewata News, Bali Sharing, IDN Times Bali