Merdang Merdem di Halaman Istana: Panen Karo di Jantung Kota Medan
Dijadwalkan 1 Juli 2026 di Istana Maimun bertepatan dengan HUT ke-436 Kota Medan, Merdang Merdem kembali mengundang komunitas Karo dan Melayu berdiri bersama — pesta panen yang telah menjadi simbol persahabatan antaretnis di kota terbesar Sumatera Utara.
Merdang Merdem Kota Medan 2026 akan digelar 1 Juli, bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Medan ke-436. Panitia yang dipimpin Datoek Adil Haberham Pelawi telah menghadap Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Tarigan pada 12 Mei lalu, mengamankan dukungan resmi kota. Di atas panggung berlatar gedung kesultanan itu, sepasang perkolong-kolong — satu laki-laki, satu perempuan — akan memulai dengan rende tradisional: suara yang selama puluhan tahun mengalun di depan dinding putih Istana Maimun, sementara penonton dari berbagai suku berdiri dan ikut bergerak bersama.
Merdang Merdem lahir di ladang padi sebagai ungkapan syukur atas musim tanam yang usai — enam hari ritual, tamu dari jauh, dan meja yang tidak pernah sepi. Di Medan, tradisi itu bermigrasi jauh dari sawah, namun maknanya tumbuh: pesta panen Karo kini menjadi satu dari sedikit momen di mana kota multikultural terbesar Sumatera Utara secara kolektif berhenti dan menari bersama.
Ketika pesta panen sebuah suku berlangsung di halaman istana suku lain, tak ada lagi yang perlu dijelaskan tentang persahabatan.