Perak dari Tunisia, dan Pilihan untuk Jauh dari Rumah
Reza Perangin-angin, atlet para-atletik NPC Sumatera Utara, meraih perak lempar cakram F44 di World Para Athletics Grand Prix Tunisia — hasil dari latihan panjang yang membuatnya berpisah dari istri dan anaknya yang masih balita.
Reza Perangin-angin, atlet para-atletik andalan NPC Sumatera Utara, dipanggil mengikuti Pelatnas di Solo untuk persiapan Asian Para Games 2026 di Nagoya. Di kelas F44 — kategori untuk atlet dengan gangguan tungkai yang masih bisa berdiri saat melempar — ia berlaga di tiga nomor: lempar cakram, tolak peluru, dan lempar lembing. Di ASEAN Para Games XIII 2026 di Thailand, kerja kerasnya membayar: dua emas dari lempar cakram dan tolak peluru, satu perak dari lempar lembing.
Pekan lalu giliran Tunisia. Pada 17 Juni 2026, di World Para Athletics Grand Prix, Reza kembali naik podium lewat lemparan cakram terbaiknya yang mencapai sekitar 38 meter — perak yang sederhana di atas kertas, tapi jadi bukti bahwa latihan jauh dari keluarga itu ada artinya. Hasil ini jadi modal menuju Asian Para Games di Nagoya, Oktober mendatang.
Anaknya mungkin belum mengerti apa itu medali. Tapi suatu hari, ia akan tahu, ayahnya pernah memilih jauh, demi sesuatu yang pantas dikejar.
Sumber: Tribun Medan, Bolahita.id