Kolom
Kolom opini dan esai tentang budaya, komunitas, dan kehidupan masyarakat Karo.
3.289 artikel · Halaman 102
- Kolom Sanji Ono: MulutmuPagi-pagi buta ada temen inbox: "Mas, postinganmu kemarin kayaknya jadi kenyataan." Agak lama saya balasnya karena masih kurang ngeh dengan omongannya. Terus…
- Kolom Eko Kuntadhi: Isu Pribumi MenembakKarl Marx membangkitkan Revolusi Sosial dengan membenturkan kaum proletar dengan borjuis. Dasarnya adalah kecemburuan ekonomi. Dengan cara itulah diharapkan …
- Kolom Andi Safiah:Apa sih yang dimaksud pencerahan (enlightenment) menurut Immanuel Kant? Menurut Kant, mereka yang sudah tercerahkan adalah mereka yang secara sadar dan beran…
- Kolom Andi Safiah: KuliahKuliah umum untuk Gubernur Jakarta terpilih soal Pribumi dan Non Pribumi dalam bahasa yang simpel dan apa adanya. Kita perlu mendiskusikan dengan pendekatan …
- Kolom Edi Sembiring: Antara Anies Dan Pribumi Sumatera" Maluku adalah masa lalu, Jawa adalah masa sekarang dan Sumatera adalah masa datang." Pribumi mana yang paling hapal muka sadis kolonial? Pribumi mana yang …
- Kolom Asaaro Lahagu: Anies Senggol Kata Pribumi, Jakarta DipancingAnies membumbung tinggi. Euforia kegembiraan pasca pelantikannya, memuncrat deras. Di depan media dengan seragam putihnya, ia tersenyum puas. Kegagahannya sa…
- Kolom Ganggas Yusmoro: Menganalisa Ucapan Rasis Anies Soal"Kini, saatnya pribumi menjadi tuan di negeri sendiri," itu adalah salah satu kalimat dari ucapan seorang Anies Baswedan, seorang yang mantan Menteri Pendidi…
- Kolom Sanji Ono: Anis Menggali KuburnyaIsi Inpres No 26 Tahun 1998: Menghentikan penggunakan istilah "Pribumi' dan "Non Pribumi" dalam perumusan dan penyelengaraan kebijakan, perencanaan program a…
- Kolom Eko Kuntadhi: Sara Dan Rasis Di Pelantikan GubernurMereka bilang kemenangan Anies-Sandi bukan karena politisasi agama. Nah, sekarang spanduk pelantikannya saja seperti provokasi gesekan antar agama. Mengklaim…
- Kolom Eko Kuntadhi: Saya Menolak MoveSebuah pesan masuk ke inbox saya. "Pilkada Jakarta sudah lewat. Ahok sudah dipenjara. Move on , dong," ledeknya. Pesan ini menanggapi tulisan saya soal apa u…
- Kolom Asaaro Lahagu: Anies Dilantik, Suhu Politik Memanas, PertarunganApakah dengan pelantikan Anies-Sandi menjadi penguasa Jakarta, suhu politik di Tanah Air turun? Menurut penerawangan saya, tidak. Pasca pelantikan Anies nant…
- Kolom Eko Kuntadhi: Apa Untungnya Umat Islam, Dengan KemenanganKemarin di group WA, banyak berseliweran ajakan sujud syukur atas pelantikan Anies-Sandi hari ini. Kata selebaran itu, kemenangan Anies-Sandi adalah kemenang…
- Kolom M.u. Ginting: Ayo Orang Karo, PerbaikiDugaan adanya upaya sistematis untuk menghilangkan Karo dari peta nasional akan terus ada. Itulah memang ‘konspirasi’ besarnya. Perlawanan tidak habis-habisn…
- Kolom Asaaro Lahagu: Medan Sejuta Lubang, Justru Kota TerbaikMengerikan melihat foto-foto jalan di Kota Medan. Di mana-mana jalan rusak, berlubang, becek, berlumpur, dan tak terurus. Di musim hujan, jalan berubah menja…
- Kolom Ita Apulina Tarigan: Walikota Membela Diri Soal JalanAdalah kubaca ngelesnya Yang Mulia Bapak Walikota Medan soal jalan-jalan berlubang di Kota Medan. Kira-kira gini bahasanya: "Jalan-jalan itu bukan urusan Pem…
- Kolom Sanji Ono: MewujudkanDPRD DKI meminta fasilitas mobil mercy terbaru untuk menunjang kinerja mereka. Jadi Ingat Ahok, kan? Jangankan mobil mercy, lah minta makan lobster aja kagak…
- Kolom Ray Bambino: KesadaranMenurut Ludwig Feuerbach, Agama adalah kesadaran tentang yang tidak terhingga. Karena itu, agama adalah "tidak lain daripada kesadaran akan ketidakterbatasan…
- Kolom Juara R. Ginting: Bahasa Tubuh Jokowi Setengah DewaFoto di atas hari ini sudah tersebar ke mana-mana. Tidak hanya di Persada Nusantara, tapi juga di Seantero Bumi orang-orang sudah melihatnya. Foto sangat sed…
- Kolom M.u. Ginting:"Apakah sudah begitu bobrok moral para politisi di negeri ini? Sudah rusakkah Akhlak dan Akidah demi sebuah ambisi dengan tega berbuat nista?" Kolom Ganggas …
- Kolom Andi Safiah: Ideologi Nonsense VsArgumen di balik pertanyaan apakah dengan menghapus Sila Pertama, maka Pancasila akan kehilangan "kesaktiannya"? mari sama-sama kita bongkar akar persoalanny…