Kolom
Kolom opini dan esai tentang budaya, komunitas, dan kehidupan masyarakat Karo.
3.289 artikel · Halaman 110
- Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi Didoakan Gemuk, Niat Jahat TifatulTifatul Sembiring seenak jidat mengubah teks doa yang dia bacakan. Dengan berlindung pada niat baik, Tifatul seolah ingin dipuji, disanjung dan ditepuk tanga…
- Kolom Ganggas Yusmoro: Merah Putih Benderaku, Indonesia Negeriku, JokowiHUT kemerdekaan tahun ini adalah benar-banar terasa lain. Ini yang kurasakan. Terasa lebih greget. Terasa lebih bermakna buat diri ini. Bukan karena semakin …
- Kolom Iskandar Yusuf: Fadli ZonKEMBALI anggota wakil rakyat bertingkah, setelah Hak Angket DPR-RI untuk KPK, melalui Wakil Ketua DPR-RI, Fadli Zon, DPR-RI mengusulkan kenaikan anggaran hin…
- Kolom Andi Safiah: OrganisasiArgumen pemisahan agama dan negara secara sederhana adalah manusia secara individual punya hak untuk percaya atau meyakini apapun yang hendak dia yakini atau…
- Kolom Iskandar Yusuf: SignalIBARAT roda berputar maka berlakulah Hukum Kepastian ada saatnya di atas ada pula saatnya di bawah, pun itu bisa terjadi pada perjalanan nasib seseorang, tid…
- Kolom Andi Safiah: Politik Dan Agama AdalahPolitik dan Agama, 2 hal yang tampak berbeda namun sebenarnya sama saja. Politik melahirkan fanatisme buta, agamapun begitu: Politik yang spiritnya mencerdas…
- Kolom Ganggas Yusmoro: Kenapa Saya Masih MilihSaya hanyalah sebutir debu. Saya hanya rakyat jelata yang tiap hari harus bergelut dan berjuang keras hanya untuk sepiring nasi buat keluarga. Hanya sebagai …
- Kolom Adinda Dinda: Aliran UtangnyaAku tidak akan menghujat dan berkata kepada presidenku Pakdhe Jokowi bahwa selama menjadi pemimpin di negeri ini Indonesia banyak hutangnya. Memang benar ban…
- Kolom Edi Sembiring: Minggu YangTadi Ibadah Minggu, dimulai dengan bernyanyi lagu Indonesia Raya. Lengkap 3 stanza. Setelah itu Pengakuan Dosa serta berjanji untuk mengisi Kemerdekaan dan m…
- Kolom Asaaro Lahagu: Pan Berkhianat, Agus Calon Menteri, MegaPAN memainkan politik kotor. Kakinya setengah di dalam, setengah di luar. Akibatnya, PAN menjadi duri dalam daging Jokowi. Partai ini dapat untung dari Jokow…
- Kolom Panji Asmoro Edan: Negara Yang Paling Mungkin GunakanSelama 1 Dasawarsa, tahun ini merupakan tahun di mana Korea Utara (Korut) diketahui paling banyak melakukan uji coba nuklir dibanding negara-negara pemilik n…
- Kolom Eko Kuntadhi: Suatu Saat Denny Siregar Dan BirgaldoPilkada Jawa Barat sudah mulai panas. Propinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di I ndonesia itu bakal memilih Gubernurnya yang baru. Dua periode wilayah ya…
- Kolom Iskandar Yusuf: Good Bye,IBARAT Jenderal Raja Bonar yang sedang berjuang di medan pertempuran, Prabowo Subianto mulai ditinggalkan oleh para sekutu terbaiknya. Ketua Umum Perindo (Ha…
- Kolom M.u. Ginting: ButuhRevolusi Mental yang dimaksud Jokowi adalah “merobek” mentalitas lama itu menjadi mental juang dalam keragaman membangun Indonesia Raya yang tidak anti terha…
- Kolom Juara R. Ginting: Persamaan Nyinyir DenganTerus terang saja, saya sebenarnya baru mengenal kata NYINYIR sejak sebulan ini, ketika sekelompok orang dituduh berlaku nyinyir. Lalu, saya cari di Kamus Be…
- Kolom M.u. Ginting: Dari Cafe Karl Marx Ke ParaDi Salford Manchester, Inggris dikabarkan masih ada kafe yang pernah jadi tempat diskusi antara Karl Marx dan Engels, tetapi sekarang mau diruntuhkan untuk b…
- Kolom Ray Bambino: RevolusiApakah mendukung Jokowi harus selalu mengamini setiap kebijakannya? Jika ya, artinya anda bukan pendukungnya akan tetapi pemujanya, dan ini menjerumuskan Jok…
- Kolom Panji Asmoro Edan: Ketika AgamaPernahkah Anda mendengar orang berucap, “sekarang agama pun dijual?”. Bagi saya ucapan ini sama halnya dengan ungkapan yang dulu lazim di masyarakat, “jangan…
- Kolom Daud Ginting: Universitas Nasi"Ah, Si Abang asal aja bikin thema," begitulah nada protes seorang teman diskusi ketika aku menyebut atmosfir kehidupan politik kontemporer Indonesia. Kau lu…
- Kolom Nisa Alwis:Tersiar kabar, seorang dosen UIN Jakarta yang bercadar dipecat. Banyak respon pro dan kontra. Yang pro menganggap wajar, bukan saja karena kesan radikal teta…