Kolom
Kolom opini dan esai tentang budaya, komunitas, dan kehidupan masyarakat Karo.
3.288 artikel · Halaman 26
- Kolom Joni H. Tarigan: Aku TelahAku tidak ingin menjadi seperti ayah kebanyakan di kampung dimana aku lahir dan dibesarkan. Ayahku sendiri adalah satu dari kebanyakan mereka, yang berharap …
- Kolom Boen Syafi'i: Resiko -- Seperti Kita Saat Ini"Berani berbuat tentu harus berani pula bertanggung jawab," inilah pepatah NUsantara yang dulu sering diwejangkan oleh para leluhur bangsa. Jika dimaknai leb…
- Kolom Edi Sembiring: Tawa Megawati Tawa Sukarno -- DiBiarlah GerindRa yang membereskan para penumpang gelap dari koalisinya saat Pilpres 2019. Menjauh dari hasutan mereka yakni para penumpang gelap pemburu keku…
- Kolom Eko Kuntadhi: Kpi -- Jangan Mikir Netflix, YoutubeKomisi Penyiaran Indonesia (KPI) kabarnya berencana mengawasi Netflix, Youtube dan Facebook. Padahal batasan kerja mereka hanya melingkupi TV dan radio yang …
- Kolom Sri Nanti: Bocah Berotak UdangMilan, Ohio, AS - 11 Februari 1847 seorang wanita bernama Nancy Matthews Elliott melahirkan seorang bayi laki-laki, yang beberapa tahun kemudian dijuluki "be…
- Kolom Eko Kuntadhi: Jangan Undang Radikalis KelolaSeorang lelaki diterima menjadi taruna TNI. Setelah lulus nanti, ia akan dibebankan tanggungjawab menjaga Indonesia. Menjaga bangsa ini dari segala rongronga…
- Kolom Eko Kuntadhi: Ijtima ParaJika ada gerombolan yang terus menerus memprovokasi publik dengan isu agama, adalah mereka yang kini menggelar Ijtima Ulama IV. Hasil dari Ijtima Ulama ini b…
- Kolom Sri Nanti: Bibit Kebencian Itu BernamaSuatu saat, jika ada masalah di pendidikan non formal atau di asosiasi non formal (semoga tidak, ya), saya yakin foto-foto seperti ini akan tayang di sosmed …
- Kolom Muhammad Riza: MempolitisasiKelompok-kelompok garis keras seperti kaum khawarij mudah mempolitisasi agama dan berusaha merebut simpati umat dengan jargon memperjuangkan dan membela Isla…
- Kolom Sri Nanti: Berkorban Atau Berkurban? -- Korban (victim)Kata ‘korban’ maupun ‘kurban’ sama=sama kita adopsi dari satu kata Bahasa Arab. Jurnalis di media massa biasanya menulis "Korban meninggal akibat kecelakaan …
- Kolom Sri Nanti: StudiKadang kita hanya berfikir satu variabel saja saat memutuskan untuk melakukan studi banding. Misalnya soal sampah, kita memilih Jepang yang konon sukses menj…
- Kolom Nisa Alwis:Permisi, itu yang bilang "awas murtad" gara-gara kebaya... Sadar tidak, ibunya gurunya neneknya yang luhur budi pekertinya, mereka semua berkebaya. Ko anda b…
- Kolom Eko Kuntadhi: Nenekku Gak DoyanIni kisah almarhum nenekku. Perempuan Betawi asli, yang lahir di jaman ketika sinyo Belanda masih gemar pakai celana pendek. dibesarkan dalam doktrin kolot. …
- Kolom Acha Wahyudi: Memimpi Surga Di Awang-awang -- MenciptaManusia yang diharamkan bunuh diri oleh ajaran agamanya, namun diperbolehkan membunuh atau bunuh diri asal sekaligus membunuh manusia berlabel kafir sebanyak…
- Kolom W. Wisnu Aji: "memaknai Surga" Di Klub MalamSarno : "Lho, dhe, mau ke mana, nich?" (sambil kelihatan bingung lihat rombongan emak-emak naik pick up) Pakdhe Karjo: "Mau ke klub malam too, lee." (sambil …
- Kolom Boen Syafi'i: Beda Konsep Gus Miek Dan GusTerdengar kabar Gus Miftah ingin berdakwah di klub malam kawasan Jakarta dengan terlebih dahulu meminta izin kepada Gubernur. Baikkah konsep berdakwah di klu…
- Kolom M.u. Ginting: Kelola Negara Dengan Tanpa Taktik BisnisTrump adalah unpredictable. Semua setuju he he he . . Atau juga 'the lightning rod' for anti-globalism. Ini tidak semua setuju, karena sekarang ini berita at…
- Kolom Asaaro Lahagu: Tarian Politik Jokowi -- Surya PalohSetelah MK mengukuhkan kemenangan Jokowi di Pilpres sekaligus menolak seluruh gugatan Prabowo-Sandi, maka legitimisasi Jokowi sebagai Presiden terpilih RI un…
- Kolom Andi Safiah: Salam Gigi Jamping --Yang baru belajar berpolitik tentu saja akan salto ketika menyaksikan akrobat Anies yang tiba-tiba bertemu dengan pentolan Nasdem dan Prabowo yang tiba-tiba …
- Kolom Eko Kuntadhi: Birgaldo, Denny Siregar Dan Batak-batak LainnyaSebuah pesan masuk ke inbox. "Mas, Bang Birgaldo menulis yang banyak nyebut nama sampeyan. Ada tanggapan?" Begini, saya mulai bercerita. Ketika Megawati bert…