Kolom
Kolom opini dan esai tentang budaya, komunitas, dan kehidupan masyarakat Karo.
3.288 artikel · Halaman 51
- Kolom Lyana Lukito: Rupiah Berjaya DiSementara Oom Wowo sibuk nyinyirin muka-muka orang miskin menurut versinya, Rupiah tampil paling keren dan ganteng diantara mata uang di Asia sebagaimana dib…
- Kolom Seriulina Karo Sekali: 73 Tahun Menanti Jalan LajaSemoga apa yang saya lihat ini (dari foto) akan terus berlanjut sampai ke tempat yang seharusnya. Penantian yang 73 tahun lamanya sudah, terhitung sejak Indo…
- Kolom Ray Bambino: Sekularisme Politik Dan SekularismeSecara umum, menurut Zuckerman, ada 2 bentuk sekularisme. (Zuckerman, 2018). Yang pertama adalah sekularisme politik. Di dalam pandangan ini, kehidupan berne…
- Kolom Eko Kuntadhi: Make Boyolali GreatPendukung Jokowi itu kok baperan banget sih. Khususnya warga Boyolali. Masa Prabowo cuma bilang, tampang Boyolali itu tampang orang m iskin. Akan diusir kala…
- Kolom Ganggas Yusmoro: Ketika Gerindra MencariUcapan Prabowo yang nyelekit dengan menyebut tampang Boyolali telah menunjukkan dan membuktikan beliau bukanlah sosok yang patut diteladani. Jauh dari kapasi…
- Kolom Boen Syafi'i: Tip Dan Trik Menghindari Emosi AtasAgar Capres Prabowo saat berkampanye tidak lagi menghina kota anda seperti kejadian di Boyolali, sepertinya tip dan trick berikut patut untuk dicoba: Gunakan…
- Kolom Asaaro Lahagu: Pengkhianat Di Sisi Prabowo DiMengapa Prabowo menghina warga Boyolali? Itu pasti disengaja tanpa menyadari apa nanti reaksinya. Ada skenario pembisik di belakangnya. Sebelum bertolak ke B…
- Kolom Bastanta P. Sembiring: MaafkanSekitar 2 menit dari sekitar 80 menit Pidato Prabowo Subianto (Capres 2019) seketika menjadi viral dan perbincangan hangat WargaNet. Terhitung beberapa waktu…
- Kolom Andi Safiah: RawatlahDemokrasi yang lahir dari proses Reformasi memang belum sempurna dan belum bisa memuaskan banyak orang. Tapi, jauh lebih baik menyaksikan presiden yang cenga…
- Kolom M.u Ginting: Kontradiksi Utama"Bagaimana mereka berpikir keras di jamannya dengan kesadaran nasionalisme tapi tetap mempertahankan tradisi suku," tulis Edi Sembiring di kolomnya di SORA S…
- Kolom Acha Wahyudi: Sekolah Madania Learning Celebration GradeDalam setahun, masing-masing kelas akan melewati 6 circle Unit of Inquiry atau UOI. Siswa/i mempelajari materi Science, Sosial Studies, Bahasa, Olahraga dan …
- Kolom Ray Bambino: Jokowi Masih YangDi periode awal, saya memilih Jokowi tanpa syarat, cuma pakai "feeling politic". Pasca kasus Ahok, saya menyalahkan beliau dengan menulis beberapa kritikan y…
- Kolom Eko Kuntadhi: Di Atas Bajaj (menanti Senja DiSeputar Monas dan Tanah Abang dilanda kemacetan parah karena ulah para tumbila berselimut agama. Mereka membela selembar kain, yang kadang disengser-engser j…
- Kolom Nisa Alwis:Kita akan racik ini semua untuk jaga daya tahan tubuh. I am not lying , mertua tetangga batal diring jantungnya dengan 2 minggu konsumsi ramuan ini pagi-pagi…
- Kolom Ganggas Yusmoro: Demo Kan Profesi Kalian,Jangankan demo sebulan sekali. Tiap hari juga gak papa. Lha, wong itu profesi kalian. Silahkan teriak ganti presiden. Silahkan teriak bubarkan Banser. Lha, w…
- Kolom Boen Syafi'i: Nikmati Saja PermainanSeorang warga NU mengungkapkan keprihatinannya seperti ini. Saya benar-benar gagal faham tentang tindakan aparat yang berwajib di Garut, mengenai insiden pem…
- Kolom Asaaro Lahagu: Tak Didengar Pidatonya Oleh Emak-emak, PrabowoPemarah. Itulah karakter utama Prabowo. Karakter pemarah ini diperlihatkan oleh Prabowo pada hal sepele sekalipun. Saat dia tengah berpidato di Ponorogo kema…
- Kolom Eko Kuntadhi: Seberapa GregetSeorang teman bicara padaku: "Aku kok kasian sama kader PKS? Setiap hari kerjanya belain Prabowo, tapi mereka juga tahu, partainya gak dap at apa-apa." Saya …
- Kolom Boen Syafi'i: Hti Penjajah BerkedokBelanda masuk ke Bumi NUsantara sekitar abad ke 17 Masehi, 300 tahun lamanya kita dijajah oleh mereka dan selama itu pula Bangsa kita menjadi budak di negeri…
- Kolom Boen Syafi'i: OlehSuatu ketika, seorang perempuan penumpang di dalam Angkot tiba-tiba saja dijarah tasnya oleh 2 preman yang ikut di barisan penumpang. Kata si preman: "Serahk…