Kolom
Kolom opini dan esai tentang budaya, komunitas, dan kehidupan masyarakat Karo.
3.289 artikel · Halaman 73
- Kolom Asaaro Lahagu: Setelah Kali Item, Ini Musuh TerbaruKali Sentiong alias Kali Item setengah sukses ditakhlukan Anies. Muka sombong Kali Item yang meledek Anies berhasil ditutup dengan kain waring. Namun, baunya…
- Kolom Ita Apulina Tarigan: BisikanBarusan saya ke toko buku, niatnya mau beli refill ballpoint. Tidak afdol rasanya ke toko buku tanpa berkeliling. Deretan buka Pramudya dengan cover cemerlan…
- Kolom Ganggas Yusmoro: Membayangkan Pergolakan Batin Pesan Ahok Di"Terus berjuang untuk Pak Jokowi 2 periode," sebuah kalimat singkat yang ditulis dari seorang Ahok dari Mako Brimob. Sekilas nampaknya biasa. Sekilas nampakn…
- Kolom Andi Safiah: MemilihPenyakit memilih pemimpin hanya karena alasan agama, suku, ras, warna kulit, jenis kelamin, dan isi dompet adalah penyakit serius. Dalam Demokrasi dimana spi…
- Kolom Asaaro Lahagu: 97% Anies-ahy Dipastikan Lawan Jokowi DiSKCK Prabowo yang beredar, hanya pengalihan. Prabowo tidak akan maju sebagai Capres menantang Jokowi. Saat Prabowo-SBY dengan insting militer keduanya mengad…
- Kolom Eko Kuntadhi: Jangan Heran Kalau JakartaSetelah kemenangan dalam Pilkada paling brutal itu, Anies Baswedan memasuki Balaikota dengan membawa serombongan pembantunya. Mereka digaji dari APBD DKI Jak…
- Kolom Ahmad Fauzi: Delusi Partai Politik DiTelah terjadi pergantian rezim politik mulai dari Era Soekarno, Orde Baru, kemudian Transisi Reformasi hingga sekarang ini kita ada dalam sebuah rezim politi…
- Kolom Boen Syafi'i: Tetap Peduli Walau Dicaci DanBeliau terlahir dari kalangan biasa, bukan ningrat bukan priyayi dan bukan pula keturunan dari pejabat Indonesia. Hidupnya penuh keprihatinan dan kesederhana…
- Kolom Eko Kuntadhi: Partai RemahanGerindra dan Partai Demokrat sepertinya sudah mendekati kata sepakat untuk bergandengan. Gerindra punya Prabowo. PD jelas punya AHY. Keduanya bisa saling mel…
- Kolom Boen Syafi'i: Ajaibnya NegeriNegeri aneh bin ajaib itu bernama Indonesia. Bagaimana tidak ajaib? Llha, wong stempel ulama atau bukan, hanya didasari oleh pilihan politiknya. Bagaimana ti…
- Kolom Ganggas Yusmoro: Mengcopy Paste CaraKontroversi seorang Wan Abud dengan kebijakan-kebijakan "gila"nya sejak dia dipilih jadi DKI 1 benar-benar membuat semua mata harus tertuju ke sosok dirinya.…
- Kolom Sanji Ono: Tukang Fitnah LoeKalau loe nggak becus kerja, rakyat DKI yang waras masih bisa memakluminya. Tapi, saat loe mulai memfitnah dengan mengatakan ini warisan pemerintah yang dulu…
- Kolom Asaaro Lahagu: Ngamuk! Prabowo Tendang Pks, ‘kawin Paksa’Dua beban berat Prabowo saat ini. Pertama, menghadapi koalisi Jokowi yang semakin solid. Ke dua, menghadapi ulah PKS yang licik menusuk dari belakang. Pertar…
- Kolom Sanji Ono: Jangan Cari-cari KesalahanCodot: "Anis-Sandi itu udah kerja keras, jangan kalian cari-cari kesalahannya..." Gua: Zaman sekarang kerja keras aja nggak cukup, harus kerja cerdas. Kalau …
- Kolom M.u.ginting: Istilah "batak“Dalam perjalanan sejarah, dari dulu hingga sekarang, keikutsertaan Karo di dalam berbangsa dan bernegara di NKRI ini tidak pernah sebagai bagian Batak,” tul…
- Kolom Joni H. Tarigan: Bela Pgn, Membela NkriBeberapa waktu lalu saya berurusan dengan bank, yakni salah satu bank yang merupakan hasil merger 4 bank (Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Imp…
- Kolom Eko Kuntadhi: Kekuasaan YangYang paling penting dari kekuasaan ada kesadaran, bahwa semua ada batasnya. Seperti ada grafik dalam kehidupan manusia, garisnya bisa terus menanjak, lalu me…
- Kolom Boen Syafi'i: What?! Pengacara 212 Membela KepentinganDi sebuah warung bambu dekat sawah nan asri milik Yu Waginem, terdapatlah Kang Paidi yang sedang berbincang asyik dengan Kang Gimo temannya. Mereka berbincan…
- Kolom Boen Syafi'i: Pks Dulu DanDulu, di Jaman SBY, seorang Rizieq Sihab, Munarman, dan beberapa pentolan FPI dipenjara. Adakah teriakan ganti presiden? Jawabnya, Nihil, tidak ada. Dulu di …
- Kolom Sanji Ono: Menampar WajahKetua Umum Partai Berkarya (Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto) menyentil pemerintahan pascareformasi. Baginya, tidak ada perbaikan dalam pembangunan …