Skip to toolbar

Kolom Arif A. Aji: AGAMA ANIMISME

0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

“Karena di salib ada jin kafir. Dari mana datangnya jin kafir itu? Dari patung yang di belakangnya…..”

Aku sebenarnya tidak menyangka kalau kalimat itu keluar dari bibir seorang penceramah yang notabene banyak pengikutnya. Bagaimana tidak? Begini…….

Islam adalah agama bagi orang orang yang berakal.

Setidaknya itu yang tertulis tebal dalam konsep Agama Islam. Namanya juga manusia yang berakal, adalah manusia yang seharusnya keluar dari keyakinan tentang materi klenik yang mengarah pada segala hal yang sama sekali tak bisa masuk dalam proses berpikir manusia.

Agama Islam harusnya adalah agama modernisasi dari paham Animisme yang sudah tidak relevan. Walaupun masih ada manusia yang menganutnya. Ketika agama Islam kok malah bermuatan Animisme. Itu menunjukkan kesesatan dari ajaran Islam itu sendiri.

Makanya dalam Islam tidak hanya bermuatan ritual peribadatan/ ibadah belaka. Tapi juga ada aqidah/ tutorial dalam mengurai konsep ketuhanan. Atau banyak yang menyebutnya dengan Ilmu Tauhid. Yaitu ilmu yang membedah konsep ketuhanan. Tanpa itu semua, sehebat apapun muslim, dia masih berkutat pada paham animisme yang malah mereka salahkan bahkan teriaki kafir.

Tanpa Aqidah memang ibadah apapun adalah tindakan kekafiran. Walaupun tanpa dibohongi tanpa Ibadah/ perilaku aqidah akan jadi sampah belaka.

Ketika ustadz ini mengatakan di salib ada jin kafir, dan di patung ada jin kafir, sadar tidak itu menyiratkan pernyataan tentang kepercayaannya pada segala hal yang ada menyimpan roh, atau mahluk ghaib. 

Lalu, atas dasar apa dia bisa sebutkan dirinya ahli Agama Islam jika dirinya sendiri masih belum bisa keluar dari maqom keawamannya dengan mempercayai paham animismenya?

Seharusnya dia bisa berikan penjelasan lebih ilmiah pada setiap materi dakwahnya. Dan ini sudah masuk pada pembodohan massal pada publik yang seharusnya lebih maju dalam berpikir dengan spiritualitas yang lebih modern yaitu Islam. Yaitu spiritualitas yang lebih mengedepankan akal dengan berdasarkan logika ilmiah ilmu pengetahuan, bukan penghambaan. 

Ustadz ini malah membawa Islam pada zona yang makin terpuruk dalam peradaban. Konsep ketuhanan yang jadi metode spiritualitas pada tiap-tiap manusianya, malah dia jatuhkan kembali ke dalam kepercayaan kuno yang seharusnya agamanya memperbaharuinya.

Seharusnya dia tahu dan paham, tugas dia adalah menunjukkan kalau Islam adalah materi untuk manusia berakal dan bisa menunjukkan karya dan dedikasi pada kehidupan. Bukan selalu berdakwah muatan klise tentang klenik yang keluar dari logika spiritualitas manusia.

Al Jabir, Ibnu Sina, Al Ghazali, Moh. Iqbal, Imam Syafii, dan banyak lagi intelektual Islam, tak lagi dilahirkan. Yang ada malah ulama-ulama yang malah masih berkutat dalam pemikiran animisme berdalih Islam. Lalu, Islam yang apa dan bagaimana yang bisa mereka tunjukkan, jika konsep Islam mereka sendiri malah jauh dari aqidah Islam itu sendiri?

Apakah hakikat Islam adalah animisme yang dibungkus dengan nama ideologi saja? Ini sungguh kesesatan.
Padahal tentang salib dan patung hanya simbolik saja dari sebuah agama. Lalu apa bedanya dengan Ka’bah juga Hajar Aswad yang dia sucikan?

Apakah dia berpikir semua simbol keagamaannya sendiri di dalamnya ada Tuhan, dan dalam simbol agama lain ada jin dan setan? Lalu dengan apa dia bisa buktikan semua itu?

Karena ustadz aba-abal seperti inilah Islam makin jauh terbenam dalam lumpur kebodohan. Sedangkan intelektual Islam di negeri ini yang benar-benar kompeten dengan didasari logika ilmu pengetahuan, malah dieliminasi dengan mendiskreditkan mereka. Bahkan dikatakan ulama KW.

Lalu, jika masih berasumsi seperti ini, mana yang dinamakan Islam adalah agama untuk manusia berakal? 
Dan, bila ustadz-ustadz seperti ini masih diberikan ruang luas untuk terus menebarkan kebodohan, satu kalimat untuk seluruh umat Islam di Indonesia: “SELAMAT DATANG KEBODOHAN!”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: