Skip to toolbar

Kolom Boen Syafi’i: INILAH CONTOH NYATA BILA MEREKA BERKUASA

0 0
Read Time:1 Minute, 31 Second

Boen Safi'iSebuah insiden brutal yang maaf sudah sangat “jancuk jaran” alias keterlaluan, telah terjadi di daerah Tebingtinggi (Sumatera Utara). Ya, pengajian untuk membangkitkan rasa nasionalisme anak bangsa dari Gus Muwafiq, telah diciderai oleh gerombolan “vangsat” pengagum idiologis Saudi yakni si FPI. Biadab, inikah ajaran Islam yang kalian terima? Inikah cerminan Islam sontoloyo hasil didikan Riziek Shihab itu?

Hingga beraninya kalian berteriak teriak agar pengajian itu dibubarkan, seperti orang yang sedang kesurupan.

Weduss benar kalian, untung Gus Muwafiq belum turun tangan. Andai beliau turun dari mimbarnya, niscaya bakal kocar kacirlah kalian semua. Wowo belum berkuasa saja kalian sudah berani semena-mena terhadap NU, apalagi jika kesampaian ambisinya?

Suka tidak suka, insiden ini adalah contoh yang nyata jika gerombolan Wowo cs yang didukung oleh gerombolan wahabi, HTI, FPI berkuasa di Indonesia. Yakni mereka akan bersikap semena-mena terhadap siapapun yang berbeda pemahaman dengan kelompoknya.

Maka untuk kalian yang mengaku sebagai warga NU, maukah Kyai-kyai kita diperlakukan seperti ini nantinya? Maukah Kyai Kyai kita “dikuyo-kuyo” oleh gerombolan pengasong syariat khilafah, yang berkedok agama? Relakah kita melihat Kyai-kyai kita, dibungkam dan disingkirkan keberadaannya?

Watch this video on YouTube.

Kalau anda memilih bungkam dan tidak bersuara untuk membela Kyainya, maka lebih baik tidurlah di rumah sambil peluklah boneka hello kitty saja. Karena “Hubbul Wathan Minal Iman” tidak akan pernah tergantikan oleh syariat khilafah palsu milik gerombolan bajingan yang berkedok agama.

Maka, menjelang Pilpres polarisasi memang telah nyata adanya. Tinggal pilih, NU yang di Jaman Jokowi kian lama kian diakui eksistensinya oleh dunia ataukah NU yang akan kembali di pinggirkan seperti Era Suharto Orba? Jika gerombolan fifis unta yang berkuasa nantinya?

Ya Jabbar Ya Qohar. Tidak heran kenapa Sang Guru Bangsa dahulu sempat terpancing emosinya. Karena, memang benar, bahwa gerombolan kalian itu ternyata “bajingan” semua.

“Pakne, nyebut, Pakne ….”

“Ho’oh Bune, but but but …”

Salam Jemblem..


Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: