Skip to toolbar

Kolom Eko Kuntadhi: BENDERA HTI DI KAMPANYE PRABOWO

0 0
Read Time:3 Minute, 7 Second

Eko Kuntadhi 4Kampanye Prabowo di Manado membuka kedok baru. Pada kampanye tersebut bendera Ormas radikal HTI berkibar. Menyatu dengan bendera Parpol pendukung Prabosan. Orang HTI selalu berkelit itu adalah bendera Nabi. Agar rakyat Indonesia yang buta sejarah tertipu. Bukan. Bendera Nabi belum tentu seperti itu. Yang pasti itu adalah bendera HTI.

Mereka menggunakan nama Nabi untuk menyelubungi niat jahatnya. Mereka memanipulasi sejarah untuk membuat kekacauan.

Dari akar katanya Hizbut Tahrir itu artinya partai pembebasan. Maksudnya ya, partai politik. Yang namanya partai politik, tujuannya bukan dakwah. Tapi kekuasaan. Jadi, semua ulah HTI sebetulnya gak ada Islam-islamnya. Mereka menggunakan Islam sebagai bungkus untuk berkuasa. Mereka memanipulasi agama untuk kekuasaan.

Mirip dengan Dimas Kanjeng, pura-pura jadi ustad, ujung-ujungnya nipu.

Sebagai Parpol, tujuan HTI sama seperti PKS, yang berideologi Ikhwanul Muslimin. Bedanya, PKS mau meneggakkan khilafah lewat jalur Pemilu. Sementara HTI mau menegakkan khilafah melalui kudeta. Biasanya dengan pertumpahan darah.

Watch this video on YouTube.

Sudah banyak negara ketika Hizbut Tahrir bercokol lalu terjadi konflik berkepanjangan. Libya contoh paling aktual. Dulu negara Afrika itu makmur. Pemerintah menanggung biaya kesehatan dan pendidikan.

Memang pemimpin Libya Muamar Khadafi agak nyentrik. Tapi toh, rakyat Libya diperhatikan kepentingannya. HT berkembang. Menggesek rakyat Libya dengan isu agama. Hoax dan kebencian disebarkan. Kemudian terjadi huru-hara.

Apa hasilnya buat Libya kini? Muamar Khadafi tumbang. Rakyat Libya sekarang hidup dalam kubangan kesengsaraan. Justru ISIS dan Alqaedah yang bercokol.

Anak-anak Libya gak bisa sekolah. Rakyat yang tadinya merdeka kini menderita. Perempuan-perempuan Libya dipaksa jadi budak seks para serigala barbar. Kematian membayang. Bau anyir darah di mana-mana.

Sadar akan bahaya kerusakan gerombolan ini, banyak negara melarang organisasi teroris seperti HTI. Sebut saja Saudi Arabia, Qatar, Turki, atau Malaysia.

Kini, di Indonesia gerombolan biang kerok itu diberi tempat. Diberi ruang di panggung kampanye Presiden oleh Prabowo. Pemilu yang mestinya simbol demokrasi dijadikan momen untuk mengibarkan bendera khilafah.

Watch this video on YouTube.

Bagaimana kita percaya Prabowo bisa menegakkan NKRI kalau di belakangnya berdiri orang-orang yang hendak mengganti Pancasila dan UUD kita? Bagaimana kita percaya Prabowo mencintai NKRI jika berkoalisi dengan kaum perusak?

Ketika kampanye di Manado, apakah Prabowo melarang bendera HTI berkibar? Tidak.

Apakah Prabowo marah pada gerombolan yang mau merusak Indonesia kita? Tidak.

Apakah ada usaha dari tim kampanye Prabosan untuk menurunkan bendera itu? Tidak.

Yang bertindak justru Bawaslu Manado. Itupun dengan ngotot-ngototan terlebih dahulu.

Seperti biasa. Tim Prabowo berkelit mereka gak bisa mengawasi semua rakyat yang hadir. Tapi masya, sih, mereka gak melihat bendera segede gaban berkibar di acara mereka? Masya sih, mereka gak tahu itu melanggar UU kita?

Tampaknya Prabowo berharap suara anggota HTI akan mendukungnya. Makanya Prabowo cuek saja ketika bendera organisasi terlarang itu berkibar di panggung kampanyenya. Yang penting dapat suara.

Agak aneh memang. HTI yang selama ini mengharamkan demokrasi dan berusaha menghancurkannya justru memanfaatkan momen demokrasi mengkampanyekan ideologinya. Mereka berdiri di belakang Prabowo dengan agenda-agenda sendiri. Prabowo toh, cuek saja. Yang penting dapat suara.

Apakah anggota HTI akan ikut mencoblos pada Pemilu ini?

Watch this video on YouTube.

Iya. Kemungkinan besar mereka menginstruksikan anggotanya untuk datang ke TPS. Mencoblos. Dan, kita tahu kepada siapa suara HTI akan diberikan. Tentu kepada Capres yang mau berbaik-baik pada mereka. Dengan begitu mereka bisa tetap eksis menyusun rencananya untuk menggantikan Pancasila dan UUD kita.

Tujuan HTI ingin menghapus Indonesia dari muka bumi. Dijadikan sekelas kelurahan dari pemerintahan dunia berdasarkan khilafah. Pemerintahan dunianya belum ada. Tapi usaha menghancurkan Indonesia begitu gigih.

HTI bersedia melakukan apapun untuk melaksanakan tujuannya. Prabowo bersedia bergandengan dengan organisasi apapun demi mendapat suara.

Keduanya klop!

Dan, keduanya tidak mungkin klop dengan saya yang masih mencintai NKRI. Gak tahu kalau kamu.

“Kayaknya mereka juga klop dengan pecinta Lucinta Luna, mas,” ujar Abu Kumkum.

Watch this video on YouTube.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: