Kolom Ganggas Yusmoro: CERITA INDAH YANG HILANG DARI DKI

0 0
Read Time:1 Minute, 35 Second

Ada yang saya suka ketika sore-sore begini, setelah beraktivitas seharian, adalah ngopi sambil berselancar di dunia maya mencari berita segar yang membuat saya tersenyum. Dan, saat itu, berita yang paling favorit adalah, setelah berita mengenai Pak Jokowi, selanjutnya adalah soal Ahok.

Kenapa dengan Ahok?

Ya, bagi saya, Ahok adalah mewakili hati saya. Mewakili saya yang sejujurnya suka mangkel dan suka geram dengan PNS malas. Yang sudah dibayar oleh negara dari pajak rakyat namun kerjanya seringkali suka ngerumpi. Malah bukan hanya malas, seringkali agar urusan bisa kelar dengan cepat, musti harus menyelipkan duit pelicin. Jika tidak, dijamin semua urusan bisa bisa seret. Peret dan ngapret.




Nah, ketika muncul seorang Ahok yang suka marah-marah sama PNS yang malas, di situlah yang paling saya suka. Bahkan sering saya terbawa situasi dengan mengucapkan: “Modiaaaaaarrrr!”

Bukan itu saja. Ketika seorang Ahok menerima tamu di pagi hari, tamu yang datang dari semua lapisan masyarakat, sungguh sering saya berdecak kagum. Bagaimana tidak, begitu banyak warga yang mengadu, seorang Ahok begitu cekatan dan tanggap dengan semua permasalahan. Rakyat yang mengadu dan berkeluh kesah pulang dengan suka cita. Wajah-wajah sumringah begitu jelas.

Jika diceritakan, rasanya cerita yang sudah hilang di DKI tentu tidak ada habisnya. Dan, saya yakini, nama Ahok telah terpatri di hati para manusia waras di negeri ini. Nama Ahok bagaikan mantan terindah. Bagaikan kekasih hati yang sulit dicari penggantinya.

Sekarang, cerita indah di DKI sudah tiada. Gabener baru yang konon katanya mewakili pribumi dan agama tidak pernah terdengar membenahi kinerja para pelayan masyarakat. Semua kembali seperti Zaman Kegelapan, zaman dimana rakyat hanya dijadikan pelengkap penderita, yang mempunyai tradisi: “Jika bisa dipersulit, kenapa musti dipermudah?’.

Apakah memang kehendak “pribumi dan yang mengaku beragama” maunya seperti itu?Yang jelas, cerita indah di DKI sudah hilang.








Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: